
Panel Forum yang bertajuk “Arah Strategis Rakyat Aceh Dalam Menentukan Presiden dan Wakil Presiden dalam Pilpres 8 Juli 2009”. Oleh karena hal tersebut diatas, Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) Aceh – Jakarta bekerjasama dengan Pusat Penelitian Politik LIPI (P2P-LIPI)
Pengantar :
TOR KEGIATAN PANEL FORUM
Pengantar:
Mencermati tiga kendidat pasangan Capres cawapres tersebut tentunya akan muncul pertanyaan bagi rakyat Aceh dan pemerintah Aceh, mana yang paling baik untuk masa depan Aceh diantara tiga kendidat tersebut, terutama yang memiliki komitmen untuk senantiasa menjaga damai Aceh? Memang masing-masing mempunyai kelemahan namun juga telah memiliki sejumlah kelebihan. Pada tataran para politisi sipil PA-KPA disini terjadi perbedaan dukung mendukung capres dan cawapres. Pada satu sisi mereka ada yang condong kepada sosok SBY tapi pada sisi lain ada yang cenderung mendukung pasangan JK dan Megawati-Parabowo. Namun pihak KPA-PA pasti akan lebih cermat melihat pasangan mana yang akan lebih berpaluang untuk dapat dijadikan rekan kerja dimasa yang akan datang. Artinya arah angin kemana akan berhembus itu ada kemungkinan akan diikuti oleh para politisi KPA-PA. Posisi politisi KPA-PA di Aceh dalam memilih capres dan cawapres pada 8 Juli 2009 nanti, akan menjadi menarik sebab disitu sudah pasti akan tarik menarik kepantingan dan hitung menghitung peluang. Tiga kepentingan kontras tersebut akan menjadi dilema jika para politisi PA di Aceh tidak cermat menghitung langkah demi langkah peluang para capres dan cawapres yang akan terpilih nanti.
Diakui bahwa mesin Politik PA masih efektif mempengaruhi suara Rakyat Aceh. Kemana arah angin PA-KPA kesitu pula kemungkinan arah rakyat Aceh. Artinya analisis strategis peluang Capres-cawapres kalangan PA-KPA mutlat diperlukan demi kepantingan masa depan Aceh. Kekuatan PA terbukti kuat di Aceh, artinya jangan salah membawa rakyat Aceh, rakyat mesti cerdas dalam menentukan pilihan. Politik memang susah diprediksi, terutama di Aceh. Hasil prediksi diatas kertas selalu meleset dari perhitungan sebenarnya. Contohnya ketika Pilkada 2006 di Aceh Irwandi-Nazar memenangkan pemilihan. Akankah terulang lagi sejumlah kejutan pada Pilpres 8 juli 2009. Namun siapapun yang akan terpilih jadi Presiden dan wakil presiden pada periode 2009 hingga 2014 nanti, diharapkan dapat membawa Aceh lebih maju dan bermartabat. Jangan sampai Angka Golput pada pemilu legislatif kemarin telah mencapai kurang lebih 7000 orang golput malah bertambah ketika Pilpres nanti.
Perjanjian damai antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka fakta perdamaian tersebut telah memasuki usia hamper empat tahun 15 Agustus 2009, mesti menjadi pijakan bagi para pihak. Simpul penting transformasi konflik menuju proses damai yang lebih stabil dan berkelanjutan telah dilalui. Kini, yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana mengikat komitmen damai bagi semua – peace process for all-, bukan hanya pihak yang bertikai saat itu. Sejak fakta perdamaian tersebut, nafas persengketaan dan permusuhan yang telah berakar lebih dari 30 tahun di Aceh mulai berhenti. Ia tergantikan dengan angin perubahaan yang jauh lebih signifikan dan makin melegakan. Damai ini mesti direfleksikan dengan rasa syukur oleh seluruh bangsa yang yang bermartabat. Cahaya perdamaian itu makin bersinar ketika pilkada dan Pemilu Legeslatif secara demokratis telah mampu memberi ruang baru bagi sirkulasi kekuasaan di Aceh. Para pemimpin yang terpilih dapat dikatakan sebagai representasi terbaik keinginan rakyat. Proses pemilihan yang nyaman dan belum pernah dialami bumi Iskandar Muda ini sejak pemilu 1955, menggembirakan semua pihak: Jakarta, para stakeholders rehabilitasi dan rekonstruksi, kelompok sipil demokratis, dan akar rumput. Pilkada dan Pemilu legeslatif pun melahirkan pemimpin yang beragam, mulai dari kelompok yang selama ini terbuang dari siklus kekuasaan (outsider) hingga masyarakat sipil yang dianggap berprestasi untuk menjaga momentum recovery Aceh.
Kemenangan calon independen dalam pilkada dan kemenangan Partai Aceh (PA) dalam Pemilu kemarin misalnya, menunjukkan besarnya keinginan dari masyarakat sipil Aceh untuk menyongsong perubahan politik pemerintahan dan mengharapkan adanya visi pembangunan yang lebih mengakar pada kepentingan masyarakat luas dan korban dari kebijakan pro-Jakarta di masa lalu. Aceh yang terlahir sebagai indentitas plural dan jamak telah melalui sejarahnya dengan panjang dan unik. Aceh tidak tunggal dalam memaknai perjalanan dirinya, karena Aceh adalah kumpulan keberagaman. Baik itu etnis, ras, suku, agama, sejarah bangsa bahkan juga pandangan politik. Dimasa-masa awal Aceh, keberagaman ini dapat dimaknai dan diapresiasi secara positif, sehingga Aceh lahir menjadi titik tolak peradaban bagi wilayah sekitarnya.
Terkait dengan itu, yang mendesak kita lakukan sebagai langkah preventif adalah penyadaran publik dan pendidikan politik bagi publik. Penyadaran ini kita tujukan kepada masyarakat umum agar tidak terpancing dengan keadaan yang provokatif itu, secara sadar atau tidak sadar memiliki potensi untuk menciptakan suasana chaos, baik karena motivasi psikologis, ekonomis ataupun politis. Harapannya agar semua menyadari betapa mahalnya harga perdamaian yang telah kita capai ini, dan cita-cita mempermanenkan kedamaian. Catatan ini hendak menyegarkan ulang memori kita tentang satu alternatif pemikiran agar Aceh bisa meninggalkan masa transisi ini se-segera mungkin. Intervensinya diarahkan pada usaha menemukan domain yang lebih efektif.
Bentuk Kegiatan:
Panel Forum, Rekomendasi dan sikap bersama keberlanjutan damai Aceh
Pembicara / Panelis :
- Praktisi
- Akademisi
- Peneliti
- Ke tiga paket Tim Sukses Capres
Tempat dan Waktu:
Hari dan tanggal : Kamis, 25 Juni 2009
Pukul : 09.00 – 14.30
Tempat : Ruang Seminar Widya Graha Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
(LIPI) Lt. 1. Jln. Jend. Gatot Subroto No. 10 Jakarta Selatan
Indikatator Keberhasilan:
Adanya komitmen bersama antar rakyat Aceh dan rakyat Indonesia secara keseluruhan dalam menjaga dan mempertahankan perdamaian Aceh. Komitment membangun Aceh yang sejahtera dan bermartabat. Menjadi masukan bagi semua pihak termasuk ketiga capres-cawapres tentang pentingnya menjaga keberlansungan damai Aceh dan pembangunan yang berkelanjutan.
Kepanitiaan
| Penanggung Jawab | Drs. A.Murtala, M.Si | Ketua IMPAS Aceh – Jakarta |
| Panitia Pengarah | Drs. A. Murtala, M.Si
Arief Jamaluddin Sayuti Abubakar Kamaruddin Hasan (ex officio) |
Ketua
Sekretaris Anggota |
| Panitia Pelaksana | Kamaruddin Hasan
Zulkarnaini Abd, SE T. Salsabil Ali, SE Imelda Muktar Deddy Satria. M Iskandar, M.Si Fideliani, M.Si Zulfitra, M.Si |
Ketua
Sekretaris Bendahara Koord. Acara dan undangan Koord. Tempat dan perizinan Koord. Transportasii Koord. Pubdekdok Koord. Konsumsi |
Keberlanjutan Damai
Upaya mempertahankan perdamaian dan memasyarakat ide-ide perdamaian bagi semua kalangan termasuk kalangan muda, mahasiswa dan kelompok kritis lainnya baik Aceh maupun rakyat Indonesia secara keseluruhan, dilakukan dengan berbagai cara. Moment Pilpres 2009 menjadi penting mengingat perubahan arah politik di Indonesia. Diharapkan siapapun yang akan terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Juli 2009 dapat meneruskan komitment untuk menjaga, mempertahankan damai dan membangun Aceh.
Pihak yang terkait, antara lain:
Unsur Pemerintah Pusat dan daerah, Tim Sukses Capres dan Cawapres, Kalangan pemuda dan Mahasiswa Aceh, Organisasi kemasyarakat Aceh-Jakarta, KPA dan unsur Parlok PA, SIRA,PRA, PDA, PBA dan PAS. Unsur lainnya seperti IPI, LIPI, Interpeace, Forbes DPR pusat, Unsur TNI dan Polri, Unsur Perguruan Tinggi Provinsi NAD, CSIS, ICG, World Bank, USAID, Acehinstitut, Akademisi, Desk Aceh Fisip UI, Para Juru Runding MoU Helsinki, Unsur Lembaga Swadaya Masyarakat dan NGO’s (Lokal dan Internasional), Unsur Media (Internasional, Nasional dan Daerah) dan lain-lain.
Jadwal Acara
|
Waktu |
Kegiatan |
Penanggung Jawab |
|
09.00 – 09.30 |
Coffee Morning | Panelis/peserta/panitia |
|
09.30 – 09.35 |
Pembukaan Acara Panel Forum | Rahmad Kurniawan Putra |
|
09.35 – 09.45 |
a. Pembacaan Ayat suci Al-Quran | Muhammad Ihsan |
|
09.45 – 10.00 |
b. Laporan Panitia | Kamaruddin Hasan |
|
10.00 – 10.20 |
c. Sambutan Ketua IMPAS – Aceh Jakarta | Drs. A. Murtala, M.Si |
|
10.20 – 10.50 |
d. Sambutan Ketua Pusat Penelitian Politik LIPI (P2P-LIPI) | Prof. DR. Syamsuddin Haris, M.Si |
|
10.50 – 11.20 |
e. Sambutan Mewakil Bupati/Walikota | Bapak Ilyas A. Hamid |
|
11.20 – 12.00 |
Keynote Speaker : | DR. Mustafa Abubakar |
|
12.00 – 12.10 |
Penutupan Acara Pembuakan & Do’a | Tgk Afriansyah |
|
|
||
|
12.10 – 13.00 |
ISHOMA | Panelis/peserta/panitia |
|
|
||
|
|
Acara diserahkan kepada Moderator | |
|
13.00 – 13.15 |
Panel Forum | Moderator |
|
|
Arief Jamaluddin M.Si | |
|
|
“Arah Strategis Rakyat Aceh Dalam Pilpres 2009″ | Panelis: |
|
13.15 – 13.35 |
Pemerintah Aceh | 1. Muhammad Nazar, S.Ag |
|
13.35 – 13.55 |
Komite Peralihan Aceh (KPA) | 2. Komite Peralihan Aceh (KPA) |
|
13.55 – 14.15 |
Forbes Aceh | 3. Nasir Jamil, S.Ag |
|
14.15 – 14.35 |
Pengamat Politik LIPI | 4. Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti |
|
14.35 – 14.55 |
TIM Sukses Jusuf Kalla – Wiranto | 5.DR. Fuad Bawazir |
|
14.55 – 15.15 |
TIM Sukses SBY – Boediono | 6. Hayono Isman |
|
15.15 – 15.35 |
TIM Sukses Mega – Prabowo | 7. Fadli zon |
|
15.35 – 16.00 |
Sesion Tanya Jawab | Peserta |
|
16.00 – 16.10 |
Pembacaan dan Penandatanganan Rekomendasi & Pernyataan Sikap Damai Aceh | Zulkarnaini Abdullah, Sekretaris IMPAS Aceh – Jakarta |
|
|
Clossing Panel Forum | Moderator |
|
|
Rangkaian Panel Forum Selesai | |
|
|
Penutup
Keberhasilan kegiatan panel forum ini sangat tergantung pada persiapan dan penggarapan keseluruhan rangkaian kegiatan mulai dari perencaaan sampai pelaksanaan. Akhirnya dengan senantiasa memohon perlindungan dan restu Yang Maha Kuasa, serta bekerjasama dengan semua pihak yang terlibat dalam acara ini, kami berharap acara ini dapat berjalan sesuai dengan rencana dan target serta tujuan
Panitia Panel Forum
Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) ACEH-JAKARTA
Zulkarnaini Abdullah
mantap njan! maju terus bek sampoe aset njan
di peugala..
assalamu alaikum wr. wb.
alhamdulilah…
Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\
Sudah saatnya kita ganti sistem!
Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!
Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
(seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!
Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.
Lihat saja buktinya di
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!
Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.
Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
secara sempurna dan menyeluruh.
mulai dari diri sendiri.
mulai dari yang sederhana.
dan mulai dari sekarang.
Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
wassalamu alaikum wr. wb.